Dampak Pelarangan Penggunaan Kata “Anja*y” Bagi Dunia Pariwisata

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan penggunaan kata “anja*y” yang menjadi polemik di beberapa individu. Diberitakan bahwa kata tersebut tidak seharusnya dipergunakan dalam konteks apapun.

Dalam konteks bercanda sekalipun.

Karena kata tersebut disinyalir sebagai kata yang merendahkan martabat seseorang dan dinilai tidak senonoh, apalagi bila digunakan oleh anak-anak kecil yang merupakan generasi penerus bangsa.

Baca Juga: Larangan Penggunaan “Anjay”, Reaksi Netizen, dan Kata Ahli Bahasa

Arti Kata “Anja*y”

Memahami perkembangan zaman, kata anjay dapat dikatakan salah satu jelmaan atau terminologi dari bahasa gaul. Yang artinya dapat berbeda sesuai dengan pemahaman masing-masing individu. Dilansir dari merdeka.com ini penjelasan kata anjay menurut ahli bahasa. Lihat lebih lanjut.

Dampak bagi sekor pariwisata

Lantas apa dampak pelarangan penggunaan kata “anja*y” tersebut bagi sektor pariwisata?

Ya merangkum dari hasil survey ke beberapa teman terdekat, Langkah Kaki Si Jojo menyimpulkan bahwa memang dalam pelaksanaan kegiatan berwisata kata anja*y sering sekali tidak terhindarkan.

Langsung saja berikut adalah contoh kasus ril nya:

  1. Saat berwisata melihat pemandangan bagus nan indah nan elok, biasanya para wisatawan terutama pada kebanyakan generasi muda akan sontak berucap “anj*yyyy keren banget”, begitu juga setelah mereka melakukan sesi foto2, saat melihat hasilnya kebanyakan dari mereka akan dengan spontan berucap “anjayyyy”;
  2. Ceritanya lagi trekking cape, beberapa dari generasi muda akan sontak mengeluh “anjay cape bet gw”;
  3. Pas dapet tiket murah juga spontan mengucap “anjay murah banget gw dapet tiket pp woy”

Baca Juga: Bedanya Hiking vs Trekking

Lantas apakah kata anjay terbukti merusak moral atau merusak generasi muda (yang katanya) generasi penerus bangsa?

Langkah Kaki Si Jojo tidak bisa menjawabnya, silahkan tanya pada para pakarnya.

Satu hal yang pasti, Jangan biarkan pelarangan penggunaan kata anjay menghalangi semangat anda untuk tetap berwisata.

Cara mengatasi penggunaan kata ‘anjay’ dalam berwisata

Gunakan kata lain untuk menggambarkan kekaguman, atau apapun perasaan anda, masih tersedia banyak ungkapan ekspresif yang bisa digunakan, seperti gokil, waw, wadidaw, woy, parah, kacau, kacau sih, dan lain sebagainya.

Mungkin setelah ini langkah kaki si jojo akan merilis kamus untuk merangkum kata-kata atau ungkapan ekspresif yang dapat digunakan untuk melambangkan perasaan wisatawan saat berwisata. 

Ditunggu ya..

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *