“Sharing Alumni” yang selalu ditunggu-tunggu

Sharing alumni banyak dilakukan oleh sejumlah perguruan tinggi, mungkin dalam setahun paling tidak ada 2 kali kampus-kampus melakukan kegiatan ini. Tujuannya untuk apa? Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperlihatkan sosok orang yang sudah sukses yang dulu pernah menimba ilmu disini.
Ajang untuk sombong? Tentu tidak, hal ini dirasa kampus perlu  dilakukan untuk meningkatkan semangat para pelajar dalam menyelesaikan masa belajarnya dan juga untuk memperkenalkan dan mempersiapkan kehidupan setelah masa belajar itu selesai.
Tentu itu suatu hal yang mulia bukan? Memang benar kehidupan orang setelah masa belajar nya iu tergantung dari orang tersebut. Akan tetapi, sharing alumni ini juga sedikit besar ikut andil dalam perjalanan karir seseorang setelah lulus.
Entah membuat para lulusan baru lebih bangga, atau juga memberikan gambaran mengenai tujuan nya kelak ingin berkarir seperti apa, dan lain sebagainya. Tentu saya pun pernah menjadi salah satu bagian yang melihat para alumni berbagi kisah-kisah mereka di acara ini, dan saya pun pernah merasakan efek dari apa yang saya tuliskan diatas.
Namun entah mengapa hal itu seolah menyadarkan saya, tepatnya setelah saya lulus dan mulai berpikir dari sudut pandang yang lain. Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut tidak lain dan tidak bukan menceritakan bagaimana para  alumni bisa berada di posisinya saat ini. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah posisi keberhasilan mereka, yang tentu menjadi para idaman bagi semua pelajar yang masih menimba ilmu.
“Saya sekarang GM di hotel A”, “Saya sekarang dipercaya menjadi kepala cabang di kantor B”, “Saya berkesempatan untuk membangun bisnis C”, dan lain sebagainya. Hal ini tentu manis bagi para pelajar yang masih duduk di bangku kuliah. “Wah nanti kita bisa jadi itu ya”, “That’s my dream“, “I want to be like him“, dan masih banyak lagi ucapan dan pikiran para pelajar yang sedang mendengar para kakak kelas nya yang sudah menapaki kehidupan sebenarnya.
Source: google.com
Salah? Tentu tidak. Dilihat dari sudut pandang manapun mungkin hal ini tidak lah salah, apa lagi dengan tujuan nya yang seperti itu. Tentu hal ini adalah tindakan mulia, pikir kebanayakan orang.
Namun bagi saya ada satu hal penting yang sering dilupakan dari kegiatan ini. Yaitu proses. Dalam kegiatan ini saya perhatikan selalu menitik beratkan pada hasil seseorang, pada apa yang ia duduki sekarang, ia kerjakan sekarang.
Sadarkah kalian bahwa hal-hal tersebut tidak dapat diraih tanpa proses yang panjang? Mungkin juga dengan air mata, keringat, keraguan, depresi, dan hal-hal yang tidak dapat dilihat orang hanya dari luar saja.
Justru itulah yang terpenting, proses. Sering kali hal ini dilupakan banyak orang. Kita paham mungkin alumni tidak ingin meningat kembali masa sulitnya, pihak penyelenggara juga ingin memberikan semangat dengan memberikan suntikan motivasi kisah-kisah sukses kepada pelajar. Tapi hal yang terpenting adalah proses. Karna tanpa memahami dan memaknai proses semua akan sirna, akan banyak pelajar-pelajar yang berkeinginan tinggi tapi ingin jalan yang cepat, bahkan jalan pintas, dan berakhir ditengah perjuangannya karena mereka sudah menyerah.
Perlu untuk menceritakan proses jatuh bangun mereka, titik terberat dalam hidup mereka, dan bahkan alumni-alumni yang baru lulus perlu diundang juga untuk menceritakan apa yang mereka alami sekarang, bagaimana realita sesungguhnya kehidupan nyata tersebut. Hal ini perlu untuk diberikan dan ditanamkan untuk para pelajar.
Source: google.com
Karna seperti yang disampaikan oleh Founding Father perusahaan raksasa Honda, Soichiro Honda. “Ketahuilah, itu cuma 1% keberhasilanku, 99% adalah kegagalanku, jarang orang yang mau melihatnya. Orang lebih silau dengan hasil kesuksesan, tanpa mau melihat bagimana kesuksesan itu dibentuk melalui sebuah proses yang berat, susah payah, jatuh bangun, dicaci, diejek, di-bully, dikhianati, diremehkan. Sukses butuh semangat pantang menyerah, perjuangan dan doa, bahkan darah dan air mata.”
Hal yang ingin sampaikan adalah, jalanin prosesnya, seberat apapun sesusah apapun. Karena proses yang panjang dan berat akan membentuk pribadi kita lebih kuat. Tidak perlu bandingkan prosesmu dengan proses orang lain. Setiap orang memiliki proses yang berbeda. Kuatkan dirimu, jatuh, bangun lagi, tidak bisa berlari maka berjalan, tidak bisa berjalan maka merangkak, asal tidak diam ditempat dan menyerah begitu saja. Jalani prosesnya.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *